Diduga Lindungi Peredaran Obat Keras di Sukadiri, Pria Bernama “Kenken” Viral Ancam Wartawan, Proses Hukum Tetap Berjalan 

Avatar photo

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Dok, foto: Tampang Pria Ancam Wartawan Yang Viral di Medsos Bernama Ken Ken, Terancam Pidana)

(Dok, foto: Tampang Pria Ancam Wartawan Yang Viral di Medsos Bernama Ken Ken, Terancam Pidana)

WartaOne24.com|TANGERANG – Seorang pria yang mengaku bernama Kenken di wilayah Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan publik usai video dirinya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia diduga menunjukkan sikap arogan dengan melontarkan ancaman kepada wartawan yang dianggap mengganggu aktivitas penjualan obat keras golongan G jenis Tramadol dan Eximer.

Berdasarkan informasi yang beredar, pria tersebut diduga berperan sebagai pihak yang membekingi aktivitas penjualan obat keras ilegal di kawasan pinggir Kali Hitam, Sukadiri. Dalam video yang tersebar luas, ia bahkan secara terbuka menantang siapa pun yang mencoba menghentikan aktivitas tersebut.

Dengan nada tinggi dan gestur intimidatif, pria yang mengaku “Kenken” itu terdengar menyampaikan ancaman kepada awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Siapa pun media yang berani mengganggu kegiatan kami, akan saya pukul sampai jatuh,” ucapnya dalam video yang kini ramai diperbincangkan publik.

Pernyataan tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak karena dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers sekaligus menciptakan keresahan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Dugaan Keberadaan Warung Remang-Remang di Bojongloa Disorot, Nama Oknum Staf Desa Turut Diseret

Tidak hanya itu, keberanian pria tersebut merekam dan menyebarluaskan sendiri video ancaman itu dinilai menunjukkan sikap seolah kebal hukum. Publik pun mempertanyakan keberanian oknum tersebut yang secara terbuka diduga melindungi aktivitas penjualan obat keras ilegal sambil mengancam pihak yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

Wartawan senior Kabupaten Tangerang, Alek Purnama, turut angkat bicara terkait viralnya video tersebut. Ia menilai tindakan yang dilakukan pria tersebut sudah melewati batas dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan serta kebebasan pers di wilayah Kabupaten Tangerang.

Menurut Alex, ancaman terhadap wartawan tidak dapat dianggap sebagai persoalan sepele karena pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan melakukan pengawasan sosial terhadap berbagai dugaan pelanggaran hukum.

“Ini bukan sekadar ucapan emosional biasa. Pernyataan yang disampaikan secara terbuka melalui video dan disebarkan ke publik dapat menimbulkan keresahan, intimidasi, bahkan menghambat kerja jurnalistik. Aparat penegak hukum harus merespons cepat agar situasi tidak berkembang menjadi lebih buruk,” ujar Alek Purnama.

Baca Juga :  Pengakuan Penjual Pil Koplo Soal Dugaan "Setoran" Publik Desak Propam Polri Usut Dugaan Konsorsium di Polres Cianjur

Ia juga meminta aparat kepolisian, khususnya Polresta Tangerang, untuk segera melakukan pendalaman terhadap video viral tersebut, termasuk menelusuri dugaan aktivitas peredaran obat keras ilegal yang disebut-sebut berada di kawasan Kali Hitam, Sukadiri.

“Jika memang ada dugaan peredaran obat keras ilegal dan disertai ancaman terhadap wartawan, tentu ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai muncul kesan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang merasa kebal hukum,” tambahnya.

Alek menegaskan bahwa insan pers akan tetap menjalankan tugas jurnalistik secara profesional sesuai Undang-Undang Pers, dan tidak boleh mendapat intimidasi ataupun ancaman kekerasan dalam bentuk apa pun.

Sementara itu, sejumlah awak media mengaku akan segera melaporkan video ancaman tersebut kepada pihak kepolisian sebagai bentuk langkah hukum atas dugaan intimidasi dan ancaman kekerasan terhadap jurnalis.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait video viral tersebut maupun dugaan aktivitas penjualan obat keras ilegal di wilayah Sukadiri.

Penulis : Lek

Editor : Redaksi

Sumber Berita: WartaOne24.com

Follow WhatsApp Channel wartaone24.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari ke-6, PWI Banten Kirim 5 Delegasi Ikut Pencarian Wartawan Hilang di GAK
PWI Banten Bersama Kapolda Hadir di Posko Pencarian 5 Wartawan Hilang, Gelar Doa Bersama
PWI Banten Do’akan Keselamatan Lima Jurnalis Yang Dilaporkan Hilang Saat Liputan GAK
Mencuat Dugaan Pengendali Obat Keras di PS Krenceng Jaringan Botak Masih Berjalan, Oknum RW Inisial SGTO Disebut Sebagai Orang Kepercayaan?
Diduga AP Ceong di Tangkap Lepas Polresta Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota Dugaan Narkotika, Puluhan Juta Uang Melayang?
Dugaan Keberadaan Warung Remang-Remang di Bojongloa Disorot, Nama Oknum Staf Desa Turut Diseret
Ketua Mui Cisoka Desak Aparat Berikan Sanksi Tegas Terhadap Tempat Hiburan dan Peredaran Miras
Kafe Remang-remang di Kampung Cilaban Desa Bojongloa Disinyalir Sediakan Miras Berbagai Jenis Merk, Warga Keluhkan Aktivitas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 09:13 WIB

Hari ke-6, PWI Banten Kirim 5 Delegasi Ikut Pencarian Wartawan Hilang di GAK

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

PWI Banten Bersama Kapolda Hadir di Posko Pencarian 5 Wartawan Hilang, Gelar Doa Bersama

Rabu, 9 September 2026 - 16:30 WIB

PWI Banten Do’akan Keselamatan Lima Jurnalis Yang Dilaporkan Hilang Saat Liputan GAK

Selasa, 8 September 2026 - 17:00 WIB

Mencuat Dugaan Pengendali Obat Keras di PS Krenceng Jaringan Botak Masih Berjalan, Oknum RW Inisial SGTO Disebut Sebagai Orang Kepercayaan?

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Diduga AP Ceong di Tangkap Lepas Polresta Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota Dugaan Narkotika, Puluhan Juta Uang Melayang?

Berita Terbaru