wartaOne24.com | Cilegon — Jaringan pil Koplo Botak alias Mawardi di Pasar Krenceng masih gencar dilakukan Pasalnya oknum RW setempat Inisial SGTO disebut sebagai pengendali Obat Keras dilokasi, diketahui botak alias Mawardi diduga jadi otak pengendali bisnis haram tersebut.
Polisi Satresnarkoba Polres Cilegon jangan tutup mata dalam jaringan Pil Koplo di pasar krenceng, Kecamatan Citangkil, Cilegon. Harus segera mengambil langkah tegas, jangan terkesan tebang pilih dan tutup mata.
Dalam keterangan tertulis Narsum Masyarakat inisial (L) kepada wartaOne24 “mana polisi kok ga di tangkap itu penjual obat keras, jangan tebang pilih, itu penjual namanya Angga, mereka COD, barang juga turun nya ke RW,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dugaan ancaman bermuculan dari pihak RW mengancam Narsum “maksud kamu apa, ngacak-ngacak krenceng, awas kamu kalo kesini,” ucap pihak RW ke Narsum, (08/09/26).
Fungsi Utama RW Menghubungkan Pemerintah dan Warga: Menyampaikan aspirasi masyarakat kepada lurah/kepala desa serta menyebarluaskan program pemerintah.
Mengoordinasikan Kegiatan: Mengatur kegiatan sosial, budaya, keagamaan, dan kebersihan yang mencakup beberapa wilayah Rukun Tetangga (RT).
Menjaga Keamanan dan Kerukunan: Memelihara kerukunan hidup dan meningkatkan koordinasi sistem keamanan lingkungan membantu Pelayanan Publik: Membantu pendataan kependudukan serta pelayanan administratif warga.
Bukan malah sebaliknya dugaan mencuat menyeret nama oknum RW malah jadi jembatan Bos mafia obat keras, yang meracuni generasi penerus bangsa anak-anak muda.
Polisi harus segera bertindak atas dugaan yang menyeret nama oknum RW Inisial SGTO, bukannya melindungi masyarakat malah sebaliknya manjadi perusak generasi penerus.
RW seharusnya melindungi peran serta manfaat di tengah masyarakat, malah menjadi momok menakutkan meracuni generasi muda.
Penulis : Redaksi
Editor : RedaksiOne24
Sumber Berita: WartaOne24.com








Komentar