WartaOne24.com | Lampung – Pelopor Indonesia resmi Layangkan surat dumas ke Kapolda, terkait maraknya penyelewengan BBM Subsidi Jenis Bio Solar di wilayah hukum Polda Lampung, kegiatan yang dilakukan para mafia migas tidak bisa di anggap sebelah mata, kegiatan tersebut harus segera ditindak tegas, tanpa pandang bulu.

Dihimpun dilapangan diketahui sebelumnya bahwa kepemilikan lapak Marbun di pinggir jalan raya, ada kaitannya dengan Tambunan yang mana diduga Tambunan adalah big bos, penampung dari pada pelangsir Bio Solar Subsidi, di sepanjang jalan raya lintas panjang Kalianda dan sekitarnya.

Tak jauh dari jalan raya panjang masuk kedalam Ditemukan juga lapak gudang diduga kuat milik si tambunan tempat mobil transportir mengangkut BBM Bio Solar. Hal ini memicu dugaan ada kongkalikong dan praktik culas oknum aparat penegak hukum ada main mata dengan terduga pelaku Penimbunan Bio Solar Subsidi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelopor Indonesia, Heru Nasir ,”dan gerakan masyarakat akan segera mendesak pihak aparat penegak hukum Polda Lampung untuk segera menindak para palaku yang jelas merugikan hak dari pada masyarakat luas. Jelas di atur dalam pasal Penyalahgunaan BBM subsidi pidana nya jelas denda nya juga jelas di depan mata, ini ko malah pembiaran tidak ada tindakan nyata dari aparat penegak hukum,” pungkasnya, 11/6/26.
Ancaman Sanksi & Hukuman Pidana Penjara: Pelaku penimbunan dapat dijatuhi hukuman penjara paling lama 6 tahun.Denda: Pelaku juga diancam dengan denda paling banyak mencapai Rp60.000.000.000 (enam puluh miliar rupiah).
Tak sampai disitu masuk no telepon via WhatsApp 0838XXXXXX05 yang tidak dikenal dengan mengatakan dirinya utusan dari bos, Bernama RAID, dan menawarkan sejumlah uang untuk penghapusan berita yang sudah terbit.
Raid tidak menjelaskan secara rinci siapa yang bos yang di maksud, ditanya pun ia enggan menjawabnya bos nya siapa yang di maksud.
Tapi atas dugaan tim ini jelas ada kaitan nya dengan orang yang bernama tambunan, diketahui juga orang yang mengaku bernama Raid tersebut diduga oknum anggota aktif, yang belum di ketahui tugasnya dimana.
“Iya bang saya di suruh bos, ada satu juta bang, minta tolong berita di hapus,” terang Raid ke awak media.
Penulis : Redaksi
Editor : RedaksiOne24
Sumber Berita: WartaOne24.com







Komentar